Berita

Memotivasi kebugaran: e-bikes meningkatkan kesehatan bahkan dengan obesitas dan usia lanjut


E-bikes memiliki efek yang sama pada kebugaran seperti sepeda konvensional

Berita bagus untuk teman-teman e-sepeda dan pihak-pihak yang berkepentingan: Menurut sebuah penelitian di Swiss, efektivitas e-bikes dalam hal pelatihan kesehatan dan kebugaran sebanding dengan sepeda konvensional. Khusus untuk orang yang kelebihan berat badan, tidak terlatih, dan lebih tua, e-bike menawarkan kesempatan yang baik untuk menjadi bugar.

Para ilmuwan dari University of Basel melaporkan bahwa e-bike secara efektif cocok untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Bahkan bisa dibandingkan dengan sepeda normal. Para peneliti menemukan dalam sebuah penelitian bahwa pelatihan dengan e-bike tidak kalah efektif dari bersepeda konvensional. Manfaat kesehatan dan kebugaran sebanding. Hasilnya baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal spesialis "Clinical Journal of Sport Medicine".

Raih kesuksesan dalam empat minggu

Kelompok riset Swiss dari Departemen Olahraga, Latihan dan Kesehatan di Universitas Basel menemukan dalam penelitian mereka bahwa aktivitas fisik ketika menggunakan e-bike memiliki manfaat kesehatan dan kebugaran yang sebanding dibandingkan dengan bersepeda konvensional. Dalam waktu yang relatif singkat empat minggu, para ilmuwan dapat mendokumentasikan peningkatan kinerja daya tahan dari subjek uji.

Orang gemuk mendapat manfaat dari mengendarai e-sepeda

Sekitar 30 subjek dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan dan tidak terlatih. Mereka memiliki indeks massa tubuh antara 28 dan 29. Dalam pemeriksaan medis awal, kapasitas penyerapan oksigen (VO2) dari para peserta dicatat. Nilai ini menunjukkan bagaimana tubuh dapat menyerap dan memanfaatkan oksigen.

Enam kilometer tiga kali seminggu

Semua subjek harus melakukan perjalanan setidaknya enam kilometer setidaknya tiga hari seminggu. Setengah dari peserta berkuda tanpa bantuan listrik, setengah lainnya menggunakan e-bike. Tidak ada spesifikasi mengenai kecepatan dan intensitas pelatihan. Monitor detak jantung dan perangkat GPS digunakan sebagai alat ukur tambahan.

Mengendarai e-bike menurunkan risiko meninggal akibat penyakit jantung

Setelah empat minggu, subyek diperiksa kembali. Hasil yang menakjubkan: diukur dengan nilai VO2 mereka, kedua kelompok mengembangkan kebugaran mereka secara relatif baik. Menurut para ahli, mempertahankan peningkatan ini terkait dengan pengurangan risiko klinis yang relevan dalam kematian akibat penyakit jantung. Para peneliti juga menemukan bahwa hati subjek bekerja lebih ekonomis di kedua kelompok.

Latih lebih termotivasi berkat e-bike

Selain peningkatan yang dihitung untuk kedua kelompok sepeda, para ahli olahraga juga dapat menentukan bahwa peserta dalam kelompok e-sepeda bepergian dengan kecepatan rata-rata yang lebih tinggi dan juga menyelesaikan lebih banyak meter vertikal. "Ini memberi kita petunjuk bahwa e-bike dapat meningkatkan motivasi dan membantu orang yang kelebihan berat badan serta orang yang lebih tua yang berjuang dengan kebugaran teratur," kata pemimpin studi Arno Schmidt-Trucksäss, profesor kedokteran olahraga di University of Basel di siaran pers tentang hasil penelitian.

Mengendarai e-bike reguler memiliki manfaat kesehatan jangka panjang

"Siapa pun yang berlatih secara teratur dengan manfaat e-bike dalam jangka panjang, tidak hanya dalam hal kebugaran, tetapi juga faktor-faktor lain seperti tekanan darah, metabolisme lemak, dan jiwa," simpul profesor olahraga itu. Menurut tim peneliti, studi ini memberikan informasi penting tentang potensi pencegahan e-sepeda. (vb)

Penulis dan sumber informasi


Video: Menjaga kesehatan manula atau usia lanjut Audio (Oktober 2020).