Berita

Pendekatan Baru terhadap Kanker: Dapatkah Sel Kanker Dihancurkan dengan Memberi Makan Mereka Secara berlebihan?


Bentuk terapi baru menggunakan pendekatan luar biasa

Stres oksidatif adalah fenomena yang terjadi pada tingkat sel dan yang dapat menyebabkan sel-sel sehat menjadi sakit dan akhirnya mati. Kanker menggunakan stres oksidatif semacam itu untuk tumbuh dan menyebar. Para peneliti sekarang sedang menyelidiki apakah fenomena ini juga dapat digunakan melawan kanker.

Dalam studi mereka saat ini, para ilmuwan di Augusta University menyelidiki apakah kanker dapat dilawan dengan secara praktis memberinya makan berlebih. Para ahli mempublikasikan hasil analisis mereka dalam jurnal berbahasa Inggris "Metabolisme Sel".

Apa itu radikal oksigen?

Spesies oksigen reaktif (sering disebut hanya sebagai ROS atau radikal oksigen) adalah zat yang diproduksi secara alami setelah metabolisme oksigen. Mereka biasanya memainkan peran penting dalam mengatur fungsi biologis (homeostasis) dan dalam memberi sinyal sel. Namun, jika radikal oksigen ini mencapai nilai abnormal, ini dapat menyebabkan stres oksidatif, sebuah fenomena yang mengarah pada penuaan sel dan penuaan organisme, para ahli menjelaskan.

Para peneliti berencana untuk memberi makan kanker secara berlebihan

Tidak seperti sel sehat, sel kanker membutuhkan tingkat ROS yang jauh lebih tinggi, yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan pertumbuhan dan penyebarannya yang dipercepat. Para peneliti sekarang sedang menyelidiki apakah mereka dapat menggunakan efek ini untuk mengobati kanker melalui strategi yang menarik. Mereka ingin meningkatkan produksi radikal oksigen sehingga sel-sel kanker mati.

Apa itu terapi sel T adaptif?

Dr. Gang Zhou dan rekan-rekannya di Universitas Augusta menggunakan terapi yang meningkatkan ROS pada tumor kanker dan menyebabkan sel-sel yang kelebihan beban hancur dengan sendirinya. Apa yang disebut terapi sel T adaptif adalah jenis imunoterapi, di mana sel kekebalan khusus atau sel T digunakan untuk menyerang dan menghancurkan tumor kanker, para dokter menjelaskan.

Investigasi dilakukan pada tikus dengan kanker usus besar

Dalam studi mereka, para dokter meneliti tikus dengan kanker usus besar. Setelah tikus diberi beberapa jenis kemoterapi yang sudah diketahui mendukung aksi sel T, hewan-hewan itu terpapar imunoterapi. Setelah perawatan, para peneliti menemukan bahwa perawatan tersebut mengganggu produksi glutathione (antioksidan alami), yang diproduksi di tingkat sel dan membentuk penyeimbang ROS. Akibatnya, ROS terakumulasi berlebihan dan mencapai nilai yang terlalu tinggi dalam sel kanker. Sel-T juga merangsang produksi sejumlah protein khusus yang dikenal sebagai sitokin proinflamasi. Sitokin-sitokin ini termasuk apa yang disebut tumor necrosis factor alpha, yang sudah diketahui berperan dalam kematian sel dan perkembangan tumor.

Terapi sel T yang diadopsi menyebabkan regresi tumor lengkap

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor alfa tumor necrosis bertindak langsung pada sel tumor dan dapat menginduksi ROS di dalamnya, para ilmuwan menjelaskan. Berkat perubahan metabolisme yang disebabkan oleh terapi sel T adopsi, para ilmuwan mengamati regresi tumor lengkap di hampir semua tikus yang telah menerima bentuk pengobatan ini. Keberhasilan serupa diamati ketika pendekatan ini diuji pada model kanker payudara dan kanker sistem limfatik atau limfoma.

Perawatan kombinasi telah sangat berhasil

Para peneliti juga menemukan bahwa peningkatan produksi alpha faktor nekrosis tumor akibat imunoterapi bersamaan dengan kemoterapi semakin meningkatkan stres oksidatif dan menghancurkan sel-sel kanker. Hasil lain dari penelitian ini adalah pemberian prooxidants memiliki efek yang mirip dengan terapi sel T angkat, karena obat ini juga meningkatkan kadar ROS.

Dibutuhkan lebih banyak penelitian

Para peneliti menemukan bahwa sel kanker dan sel T dapat bersaing untuk mendapatkan sumber energi sehingga saling mengganggu. Namun, sel T sering kelaparan karena nutrisi yang dibutuhkan digunakan oleh sel kanker. Terapi sel T Adoptive itu sendiri adalah jenis pendekatan baru yang dapat digunakan untuk mengobati jenis kanker tertentu, seperti kanker usus besar. Oleh karena itu, lebih banyak upaya harus dilakukan untuk lebih memahami efek sel T dan untuk meningkatkan potensi imunoterapi untuk menghancurkan kanker, penulis penelitian menjelaskan. (sebagai)

Penulis dan sumber informasi

Video: Resep KELAPA Ultimate AMPUH MEMBUNUH SEL KANgKER dr ZAIDUL AKBAR (Oktober 2020).