Berita

Studi baru: Bagaimana asam lemak omega-3 memperkuat sistem kekebalan tubuh kita


Jalur metabolisme apa yang digunakan bakteri untuk mengatur proses inflamasi?

Dalam berbagai penelitian, dokter telah menemukan bahwa asam lemak omega-3 mempromosikan kesehatan untuk sistem kardiovaskular. Selain itu, asam lemak ini juga berperan penting dalam pertahanan kekebalan tubuh manusia. Para peneliti sekarang sedang menyelidiki jalur metabolisme di mana bakteri patogen mempengaruhi proses peradangan.

Dalam studi mereka saat ini, para ilmuwan dari Universitas Friedrich Schiller di Jena dan Harvard Medical School yang diakui secara internasional di Boston menjelaskan bagaimana asam lemak omega-3 menjaga sistem kekebalan tubuh tetap fit. Para ahli mempublikasikan hasil studi mereka dalam jurnal berbahasa Inggris "Nature".

Apa yang dilakukan asam lemak omega-3 untuk tubuh?

Asam lemak omega-3 adalah bagian penting dari diet sehat. Asam lemak omega-3 ditemukan dalam minyak nabati dan ikan, misalnya, dan dianggap sebagai komponen makanan penting. Asam lemak meningkatkan kesehatan sistem kardiovaskular. Mereka juga memainkan peran utama dalam pertahanan kekebalan tubuh dan menyediakan blok bangunan penting untuk apa yang disebut zat peradangan peradangan, yang juga disebut resolvin. Resolvins ini, misalnya, mempromosikan resolusi reaksi inflamasi karena infeksi mikroba. Studi saat ini menjelaskan mekanisme seluler yang mendasari fase disolusi reaksi inflamasi.

Makrofag mengendalikan proses inflamasi

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri penyebab penyakit tertentu memiliki pengaruh yang ditargetkan pada fungsi sel kekebalan khusus. Sel-sel kekebalan yang disebut makrofag mengendalikan seluruh proses peradangan menggunakan asam lemak yang berbeda.

Apa sebenarnya peradangan itu?

"Peradangan adalah reaksi pertahanan tubuh terhadap stimulus berbahaya, seperti menyerang patogen atau cedera jaringan," jelas Prof. Dr. Oliver Werz dari Universitas Jena dalam siaran pers dari universitas. Tujuan peradangan adalah untuk menghilangkan rangsangan berbahaya. Selain itu, jaringan yang hancur dan rusak harus diregenerasi. "Untuk melakukan ini, bagaimanapun, perlu bahwa pemicu proses inflamasi dan pembusukannya diatur secara tepat oleh sistem kekebalan tubuh," tambah ahli.

Bagaimana radang kronis berkembang?

Jika proses ini tidak seimbang, ada risiko peradangan kronis. Contohnya termasuk arteriosklerosis atau penyakit autoimun. Dalam studi tersebut, para dokter dapat mengamati bahwa apa yang disebut patogen patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli memicu efek berlawanan pada populasi makrofag yang berbeda. Makrofag M1 terutama aktif dalam fase inflamasi. Makrofag M1 merangsang produksi zat pensinyalan inflamasi (prostaglandin dan leukotrien).

Makrofag M2 membentuk zat yang melarutkan peradangan

Ada juga makrofag M2 yang ada di latar depan selama proses peluruhan peradangan, kata para penulis. Bakteri menyebabkan makrofag M2 ini semakin membentuk zat-zat yang melarutkan peradangan seperti resolvins, lipoxin, maresine dan protectin dari asam lemak omega-3. Para peneliti telah lama mengetahui bahwa makrofag M1 berinteraksi dengan kuman patogen. Namun, penemuan yang sama sekali baru adalah bahwa bakteri merangsang makrofag M2 untuk melepaskan zat peradangan dari asam lemak omega-3. "Mengaktifkan kedua fase peradangan masuk akal, karena dengan cara ini sistem kekebalan memastikan bahwa setelah berhasil menangkal infeksi, bakteri tidak berbahaya dikeluarkan dari jaringan dan reaksi peradangan dihentikan," jelas Prof. Oliver Werz.

Dibutuhkan lebih banyak penelitian

Pertanyaannya tetap apakah hasil penelitian dapat digunakan di masa depan untuk pengobatan penyakit radang kronis. Temuan baru karena itu digunakan dalam studi lebih lanjut sebagai bagian dari program pendanaan dari Yayasan Carl Zeiss. Selain itu, para ahli dari Pusat Penelitian Kolaboratif ChemBioSys juga bekerja dengan data dari studi saat ini untuk melaksanakan sub-proyek tentang modulasi makrofag oleh produk alami. (sebagai)

Penulis dan sumber informasi



Video: 5 Jenis Antibiotik Alami Untuk Menambah Daya Tahan Tubuh (Mungkin 2021).