Berita

Kutu yang baru diperkenalkan adalah pemancar meningitis yang potensial


Para ilmuwan mengidentifikasi spesies kutu baru di Jerman

Kutu sekarang aktif hampir sepanjang tahun di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya. Suhu ringan selama musim dingin adalah alasan meningkatnya aktivitas parasit penghisap darah. Para peneliti sekarang telah menemukan bahwa spesies kutu yang disebut Ixodes inopinatus juga tampaknya menjadi kemungkinan vektor baru untuk meningitis di negara ini.

Para ilmuwan di Pusat Penelitian Infeksi Jerman telah mengidentifikasi kemungkinan vektor baru untuk meningitis: itu adalah spesies kutu Ixodes inopinatus. Para ahli mempublikasikan hasil penyelidikan mereka dalam jurnal berbahasa Inggris "ScienceDirekt".

Parasit sekarang aktif di Jerman hampir sepanjang tahun

Kutu dikenal sebagai pembawa meningitis. Di masa lalu, adalah normal di Jerman bahwa kutu, setidaknya di musim dingin, tidak menimbulkan ancaman bagi orang-orang karena kurangnya aktivitas. Tetapi sekarang banyak kutu yang aktif di musim gugur juga. Berkat suhu yang ringan di bulan-bulan musim dingin, kutu menimbulkan ancaman hampir sepanjang tahun, sayangnya kutu menyebar semakin jauh ke seluruh Eropa.

Mengapa spesies kutu Ixodes inopinatus menyebar di Eropa?

Pada tahun 2016, kasus infeksi oleh spesies kutu Ixodes inopinatus terdeteksi di Belanda untuk pertama kalinya. Tentu saja, para ahli bertanya pada diri sendiri penyebab meningkatnya penyebaran kutu ini. Para ilmuwan menduga bahwa burung berkontribusi pada penyebaran kutu dalam skala besar.

Ixodes inopinatus ditemukan di Jerman selatan

Studi biologi molekuler virus TBE dari berbagai daerah di Eropa menunjukkan bahwa virus tersebut sangat umum pada jalur migrasi burung yang diketahui. Jadi para ilmuwan mengumpulkan kutu di tempat yang disebut sebagai tempat peristirahatan burung ini untuk studi mereka. Para peneliti di Pusat Penelitian Infeksi Jerman menemukan bahwa sekarang ada spesies kutu di Jerman selatan, yang sejauh ini biasanya hanya terjadi di daerah Mediterania.

Apakah Ixodes inopinatus menularkan virus TBE?

Masih belum jelas apakah spesies kutu yang ditemukan Ixodes inopinatus juga menularkan virus TBE di Jerman. Jenis kutu ini sebagian besar masih belum diketahui di Jerman. Oleh karena itu para ilmuwan juga ingin mengetahui apakah kutu dapat menularkan patogen yang sama sekali baru yang belum ditemukan di Jerman.

Spesies kutu baru lainnya juga kadang-kadang terdeteksi

Selain spesies kutu Ixodes inopinatus yang disebutkan di sini, para peneliti juga mengidentifikasi spesies kutu lainnya selama penyelidikan, yang sejauh ini hanya terdeteksi sesekali. Kutu fauna jauh lebih beragam daripada yang diperkirakan sebelumnya, jelas penulis Gerhard Dobler dari Institute of Microbiology di Munich.

Penyebaran kutu bisa berdampak besar

Pentingnya penyebaran kutu di seluruh benua sejauh ini telah diremehkan dan belum diteliti secara memadai. Proses seperti itu bisa menjadi alasan yang mungkin untuk munculnya penyakit yang baru diperkenalkan, yang ditularkan melalui kontak dengan kutu. Dengan kata lain, jalur propagasi semacam itu bisa menjadi jauh lebih penting daripada yang diperkirakan sebelumnya, tambah Dobler. (sebagai)

Penulis dan sumber informasi


Video: Serambi Podcast Bersama Dr. Ir. Hj. Dyah Erti Idawati, MT. part 14 (November 2020).